| Nama lengkap | Málaga Club de Fútbol |
|---|---|
| Julukan | Boquerones |
| Didirikan | 3 April 1904 as Málaga Football Club |
| Stadion | Estadio La Rosaleda, Malaga, Spanyol (Kapasitas: 30,044) |
| Presiden | Sheikh Abdullah Al Thani |
| Manajer | Bernd Schuster. |
| Liga | La Liga |
| Posisi 2012–13 | ke-6, La Liga |
Sejarah Club Malaga
Málaga Club de Futbol
adalah klub sepakbola Spanyol yang bermarkas di daerah Málaga,
Andalusia. Tanggal 25 Mei 1948 klub Málaga mendirikan klub cadangan
yakni klub CD Santo Tomás yang kemudian berganti nama menjadi klub
Atlético Malagueño. Musim 1959/1960, Malaga dan CA Malagueño bermain
bersama di kompetisi tingkat ketiga Spanyol. Karena hal tersebut, kedua
klub akhirnya memisahkan diri dan terdaftar sebagai klub independen.
Tahun 1992 CD Málaga akhirnya dibubarkan karena kesulitan keuangan
sementara klub CA Malagueño masih terus bekarir di kompetisi Liga
Spanyol. Musim 1992/1993 CA Malagueño bermain di Divisi Tercera Grup 9
yang di akhir musim berhasil promosi ke Segunda División B. Namun musim
berikutnya CA Malagueño terdegradasi dan akhirnya klub tersebut juga
menghadapi kesulitan keuangan seperti pendahulunya klub Malaga.
| Skuad Team |
Tanggal 29 Juni 1994 CA
Malagueño berganti nama menjadi Málaga Club de Futbol SAD atau yang
dikenal sekarang ini dengan Malaga CF. Meskipun Malaga tidak pernah
bermain di Liga Champions, karirnya sudah cukup terbilang sukses di era
tahun 2000-an di bawah kepemimpinan Peiró Joaquín. Malaga membuat
penampilan terbaiknya di kompetisi Eropa dengan berhasil meraih Piala
Intertoto tahun 2002 dan musim 2002/2003 Malaga berhasil melaju sampai
ke babak perempatfinal Piala UEFA sebelum tersisih dari klub Portugal,
Boavista.
Setelah Peiró pensiun, Malaga
juga mulai tidak konsisten di liga. Setelah berhasil naik ke La Liga
musim 1999/2000, Malaga hanya mampu bertahan selama tujuh musim di
kancah La Liga karena musim 2005/2006 Malaga hanya bisa finish di dasar
klasemen.
| Kostum Team |
Di tahun yang sama, mantan presiden Real Madrid, Lorenzo Sanz membeli
97% saham Malaga dan menunjuk putranya, Fernando Sanz menjabat sebagai
presiden klub Malaga. Menghabiskan dua musim di Segunda Division, Malaga
naik lagi ke La Liga untuk mengikuti musim 2008/2009 dan berhasil
finish di pos kedelapan. Namun menjalani musim 2009/2010 Malaga harus
bekerja keras agar bisa selamat dari zona degradasi dan akhirnya bisa
finish di pos ke-17 setingkat diatas zona degradasi.
Juni 2010 Fernando Sanz akhirnya menjual klub Malaga kepada seorang investor
asal Qatar yaitu Abdullah bin Nasser bin Abdullah Al Ahmed Al Thani
yang juga menjabat sebagai presiden baru Malaga tanggal 28 Juli 2010.
Pihak klub pun akhirnya merombak managemen dengan mendatangkan Jesualdo
Ferreira sebagai pelatih baru di Malaga menjalani musim 2010/2011. Namun
beliau harus dipecat setelah serangkaian hasil buruk yang dilalui
Malaga. Pelatih asal Chili, Manuel Pellegrini akhirnya mengambil kendali
Malaga ketika klub berada di zona degradasi. Berkat Pellegrini, Malaga
berhasil bangkit dan finish di pos ke-11 La Liga. Menjalani musim
2011/2012, pihak managemen Malaga tetap mempercayai Pellegrini untuk
membawa Malaga ke gerbang kesuksesan.
| Estadio La Rosaleda |
Prestasi
- UEFA Champions League
- quarter-final (1): 2013
- UEFA Europa League
- quarter-final (1): 2003
- Piala Intertoto UEFA:
- Juara (1): 2002
- Primera División (La Liga)
- 4th place (1): 2011–12
- Copa del Rey (Spanish Cup)
- semi-final (1): 1972–73
- quarter-final (5): 1952, 1962–63, 1969, 1970–71, 2013
- Copa Presidente FEF
- Juara (1): 1940
- Copa Federación de España (Piala Federasi Spanyol)
- Juara (1): 1947
- Ricardo Zamora Trophy: 1
- 1971–72 (Deusto)
- Trofeo Costa del Sol
- Juara (8): 1963, 1971, 1974, 2005, 2008, 2010, 2011, 2012
Tidak ada komentar:
Posting Komentar